Salah satu varietas yang dikembangkan di Indonesia adalah Inpari IR Nutri Zinc yang dilepas Kementerian Pertanian. Pengembangan padi biofortifikasi diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat, menekan risiko kekurangan zat gizi mikro, serta mendukung upaya pencegahan stunting dan anemia.
Menurut Sulaiman Ginting, SP pengembangan padi biofortifikasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain pemuliaan tanaman secara konvensional melalui persilangan tetua padi, pemanfaatan bioteknologi, serta pengembangan galur baru yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit sekaligus produktivitas tinggi.
Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pertanian, mengambil langkah lebih lanjut untuk mendorong pengembangan padi biofortifikasi di Sergai.
“Selain mendukung pencegahan stunting, padi biofortifikasi juga memiliki produktivitas yang tinggi. Karena itu, pengembangannya dapat berjalan seiring dengan upaya mempertahankan swasembada beras,” ujar Sulaiman Ginting, SP.
Dengan menghubungkan petani, koperasi dan SPPG, pengembangan padi biofortifikasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan panen. Rantai pasok tersebut diharapkan mampu membuka pasar bagi petani sekaligus menghadirkan sumber pangan bergizi untuk masyarakat.
Langkah itu menjadi penting karena pangan tidak hanya dituntut tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga harus memiliki kualitas gizi yang baik.(Opik)












