Sumatera Utara

Gubsu Dorong Lapas di Sumut Jadi Pusat Pemberdayaan, Perangi Narkoba

60
×

Gubsu Dorong Lapas di Sumut Jadi Pusat Pemberdayaan, Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan sekaligus mempertegas komitmen pemberantasan narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumut Jalu Yuswa Panjang di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (11/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bobby menilai pembinaan warga binaan dan pemberantasan narkoba harus berjalan beriringan.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Ditjenpas dinilai penting untuk menekan peredaran narkoba, termasuk yang terjadi di lingkungan lapas.

“Sumut sudah cukup lama menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba. Sejak 2019 sudah menjadi provinsi teratas terkait peredaran narkoba. Kami ingin narkoba benar-benar diberantas dengan kolaborasi dengan BNN dan juga Ditjenpas,” kata Bobby.

Menurut Bobby, keberhasilan pembinaan di lapas tidak cukup hanya diukur dari perubahan perilaku warga binaan. Mereka juga harus dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan setelah bebas.

“Kami ingin lapas-lapas di Sumatera Utara mampu mengembangkan potensi produktifnya. Warga binaan yang masuk dan keluar tentu harus memiliki perubahan, baik dari sisi mental, perilaku, maupun keterampilan,” ujarnya.

Bobby mengatakan sejumlah lapas di Sumut telah mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Potensi tersebut, kata dia, perlu diperluas agar kegiatan pembinaan tidak sekadar menjadi aktivitas selama menjalani masa hukuman, tetapi juga memberikan bekal nyata bagi warga binaan.

Pemprov Sumut, lanjutnya, siap mendukung pengembangan kegiatan produktif tersebut, termasuk membantu kebutuhan tenaga pendukung apabila diperlukan.

“Saya melihat sudah ada lapas yang mampu menghasilkan berbagai produk dan memberikan nilai ekonomi. Ini yang perlu kita dorong. Kalau membutuhkan tenaga pendukung, pemerintah provinsi siap membantu menyiapkannya,” kata Bobby.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *