Blitar Raya

Diguyur Hujan Deras, Dua Wilayah di Blitar Dilanda Longsor! Dapur Warga Roboh, Rumah Lain Terancam

60
×

Diguyur Hujan Deras, Dua Wilayah di Blitar Dilanda Longsor! Dapur Warga Roboh, Rumah Lain Terancam

Sebarkan artikel ini

BLITAR I TERITORIAL24.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Blitar memicu bencana tanah longsor di dua lokasi berbeda pada Senin (2/11/2026).

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Wonotirto dan Panggungrejo tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan, bahkan satu dapur rumah warga dilaporkan roboh tertimbun material longsor.

Bencana pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Dusun Krajan, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto. Hujan deras menyebabkan talud penahan jalan sepanjang 10 meter dengan ketinggian 4 meter ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tingginya curah hujan membuat konstruksi talud tidak mampu menahan tekanan tanah.

“ Hujan lebat memicu talud penahan jalan sepanjang 10 meter dengan tinggi 4 meter ambruk,” jelas Wahyudi, Senin (2/11/2026).

Dapur Rumah Warga Tertimbun Longsoran

Sementara itu, longsor kedua terjadi di Dusun Kaligambir, Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo. Kondisi tebing yang labil setelah diguyur hujan deras menyebabkan material tanah ambrol dan menerjang kawasan permukiman di bawahnya.

Dampaknya cukup serius. Dapur rumah milik Samirin roboh total setelah tertimpa material longsoran dengan ukuran sekitar 8 meter panjang, 5 meter lebar, dan 5 meter tinggi.

Tak hanya itu, rumah milik warga lainnya, Supono, juga berada dalam kondisi rawan karena berpotensi terdampak longsor susulan.

Kondisi tersebut membuat warga di sekitar lokasi perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Merespons kejadian tersebut, tim assessment BPBD Kabupaten Blitar langsung mendatangi kedua lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang terpal pada bagian tebing dan talud yang mengalami longsor. Upaya ini bertujuan mengurangi pengikisan tanah akibat aliran air apabila hujan kembali turun.

Wahyudi menjelaskan, langkah penanganan awal tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko longsor lanjutan di lokasi terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *