Bayangkan jika pohon karet yang sudah tak lagi menghasilkan getah biasanya ditebang, dibakar atau dibiarkan membusuk begitu saja, ternyata justru menyimpan sebuah potensi penting dan besar untuk dapat menyalakan lampu di rumah-rumah kita, menjadi bahan bakar yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari hari kita. Ini bukanlah hanya sekedar ide futuristic namun ini adalah kenyataan besar yang mulai bangkit dari balik potensi tersembunyi dari kebun – kebun karet kita.
Indonesia sebagai negara Agraris Tropis, mewakili warisan alam yang luar biasa. Salah satunya adalah pohon karet dengan nama latin (Heveabrasiliensis). Selama puluhan tahun pohon karet dikenal sebagai penghasil lateks yang menopang industri ban, sarung tangan, dan berbagai produk karet lainnya, Namun saat pohon-pohon ini memasuki usia yang tidak produktif lagi (sekitar 25 – 30 tahun), mereka dianggap tidak lagi berguna. Padahal di sinilah cerita baru dapat dimulai : menjadikan kayu karet sebagai sumber energi terbarukan.
Kayu Karet Yang Terabaikan
Di berbagai pelosok Indonesia, dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi pohon karet menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan petani. Sayangnya, begitu pohon karet berusia antara 25 – 30 tahun mencapai masa tidak produktifnya, batangnya ditebang dan akhirnya dibiarkan menumpuk, dibakar, atau membusuk begitu saja.
Ternyata kayu karet memiliki sebuah potensi yang besar untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan dan bersih. Limbah kayu karet dapat menjadi solusi untuk berbagai tantangan dan masalah ennergi dan lingkunga yang saat ini dihadapi Indonesia jika dikelola dengan baik.
Dari Limbah Perkebunan Menjadi Sumber Energi Nasional
Dibalik lebatnya hamparan kebun karet rakyat yang tersebar dari Sumatera, Jawa hingga Kalimatan, tersembunyi potensi energi terbarukan yang belum tergarap secara maksimal yaitu limbah kayu karet. Jutaan pohon karet ditebang setiap tahunnya karena sudah tua, terserang jamur atau tidak lagi produktif menyadap lateks. Prakteknya biasanya sama : batang kayu dibiarkan menumpuk, dibakar di kebun atau digunakan sebagai kayu bakar seadanya, Ini tidak hanya mencemari udara tetapi juga menyia-nyiakan potensi sumber daya yang sangat besar.












