Religi

Benarkah Ibadah Kita Sudah Benar? Merenungi Teguran Allah dalam Surah Al-Anfal

288
×

Benarkah Ibadah Kita Sudah Benar? Merenungi Teguran Allah dalam Surah Al-Anfal

Sebarkan artikel ini

Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 35: Menghidupkan Makna Ibadah, Menjaga Keikhlasan, dan Merawat Kekhusyukan Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.(Penulis Buku Tadabbur Al-Qur’an)

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., mengajak umat Islam merenungi hakikat ibadah melalui Surah Al-Anfal ayat 35, dengan menekankan pentingnya keikhlasan, ketaatan terhadap tuntunan syariat, serta pembentukan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari(Ist)

Keenam, Jangan Menghakimi Orang Lain, Mulailah dengan Muhasabah

Membaca ayat-ayat teguran dalam Al-Qur’an terkadang menimbulkan dorongan untuk mengkritik perilaku orang lain. Namun, tadabbur yang matang harus dimulai dari kesediaan memeriksa diri sendiri.

Sebelum menilai ibadah orang lain, kita perlu bertanya apakah ibadah kita telah dilaksanakan sesuai tuntunan. Sebelum mengkritik cara orang berdakwah, kita perlu memastikan bahwa perkataan dan tindakan kita mencerminkan akhlak yang baik. Sebelum menuntut orang lain berlaku ikhlas, kita perlu terus melatih keikhlasan dalam diri sendiri.

Muhasabah bukan berarti mengabaikan penyimpangan. Umat Islam tetap berkewajiban menyampaikan nasihat dan mengingatkan sesama. Namun, nasihat harus disampaikan dengan ilmu, kebijaksanaan, dan adab.

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa amal bergantung pada niat. Prinsip ini menegaskan pentingnya orientasi batin dalam setiap tindakan, sementara Al-Qur’an dan sunah memberikan pedoman mengenai bagaimana ibadah dan perilaku semestinya dilaksanakan.

Oleh sebab itu, memperbaiki ibadah tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah amal. Kita juga perlu memperbaiki niat, memperdalam pemahaman agama, menjaga perilaku, dan memenuhi hak sesama manusia.

Dengan demikian, pembacaan Surah Al-Anfal ayat 35 tidak seharusnya berhenti pada kritik terhadap kaum Quraisy. Ayat ini mengajak setiap Muslim untuk menjaga kemurnian tauhid, meluruskan niat, mengikuti tuntunan agama, serta menjadikan ibadah sebagai sarana pembentukan pribadi yang bertakwa.

Penutup: Sudahkah Ibadah Kita Mengantarkan kepada Ketakwaan?

Surah Al-Anfal ayat 35 menghadirkan pelajaran mendalam tentang perbedaan antara ritual yang dilakukan tanpa landasan penghambaan yang benar dan ibadah yang dilaksanakan dalam ketaatan kepada Allah Swt.

Siulan dan tepuk tangan yang disebutkan dalam ayat tersebut merupakan gambaran historis praktik kaum musyrik di sekitar Baitullah.

Bagi umat Islam masa kini, pesan utamanya bukanlah menyamakan setiap bentuk ekspresi atau aktivitas keagamaan dengan praktik kaum musyrik, melainkan mengambil pelajaran tentang pentingnya menjaga kemurnian akidah dan kesungguhan dalam beribadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *