Asahan - Tanjungbalai

Bupati Asahan Dukung Kebijakan Skema Kompetisi Desa

65
×

Bupati Asahan Dukung Kebijakan Skema Kompetisi Desa

Sebarkan artikel ini
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi ketika menghadiri acara pengukuhan pengurus DPD dan DPC Abpednas se - Sumut serta kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Sabtu (14/02/2026). (gan)

TERITORIAL24.COM, Asahan- Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi mengatakan mendukung penuh skema kompetisi desa yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dukungan tersebut disampaikannya usai menghadiri acara pengukuhan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) se- Sumut serta kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Sabtu (14/02/2026).

“Kami menyambut baik skema kompetisi desa yang digagas Bapak Gubernur. Ini menjadi motivasi bagi desa-desa di Asahan untuk lebih kreatif, menggali potensi lokal, serta menyusun perencanaan pembangunan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Asahan akan memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada Pemerintah Desa, khususnya dalam perencanaan program, pengelolaan keuangan, serta peningkatan kapasitas aparatur desa dan BPD.

Lewat langkah tersebut, diharapkan seluruh Pemerintah Desa di Asahan tidak hanya dapat berjalan baik secara adininistrasi dan dapat berinovasi serta transparan dalam mengelola atau menggunakan anggaran.

“Kami ingin desa-desa di Asahan tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga unggul dalam inovasi dan transparan dalam pengelolaan anggaran. Sinergi antara Kepala Desa dan BPD harus semakin solid agar pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubsu Bobby Nasution dalam arahannya di acara pengukuhan pengurus DPD dan DPC Abpednas serta kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk melakukan intervensi pembangunan desa melalui skema kompetisi pada tahun 2027.

Melalui skema tersebut, desa-desa di Sumut akan ditantang menyusun konsep pembangunan yang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami akan buka kompetisinya tahun ini, setelah Lebaran. Desa dengan konsep pembangunan terbaik akan diberikan bantuan dana dari pemerintah provinsi. Saya minta anggarannya jangan cuma Rp1 atau Rp2 miliar, kalau bisa minimal Rp10 miliar, bahkan sampai Rp50 miliar untuk pemenang,” tegas Muhammad Bobby Afif Nasution.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *