TERITORIAL24.COM,RIAU – Ada perjalanan yang selesai ketika masa jabatan berakhir. Namun, ada pula perjalanan yang sengaja dituliskan agar nilai, pengalaman, dan pelajarannya tetap hidup melampaui waktu.
Itulah semangat yang melatarbelakangi Muhammad Taufik HS., S.Ag., atau yang akrab disapa Abi Taufik, dalam melahirkan sedikitnya 12 karya buku.
Buku-buku tersebut menjadi dokumentasi perjalanan panjang dakwah dan pengabdian sejak menjalankan tugas hijrah ke Riau hingga kini berkhidmat di dunia pesantren dan pendidikan Islam.
Perjalanan itu membawanya melewati berbagai medan pengabdian. Mulai dari amanah sebagai Ketua DPD Pelalawan, kemudian Ketua Darda DPW Riau, hingga dipercaya menjadi Ketua BK DPW selama dua periode.
Namun, baginya, berakhirnya satu amanah bukanlah berakhirnya pengabdian. Medan perjuangan kemudian bergeser dari dunia politik dan organisasi menuju ruang pendidikan—tempat pembentukan generasi berlangsung dari hari ke hari.
Kini, Muhammad Taufik HS melanjutkan pengabdiannya sebagai Ketua Dewan Pengawas YWIR yang menaungi Pesantren Boarding School Ihsan Riau (IBS) dan Ketua BPI JSIT Riau.
Menulis agar Perjalanan Tidak Hilang
Dari perjalanan panjang tersebut lahirlah karya-karya dengan beragam tema, mulai dari khidmat kiai dan pesantren, novel tentang dakwah dan harakah, novel dakwah mengenai Takwinul Baitul Muslim atau pembentukan keluarga Muslim, hingga catatan tentang kiprah IKADI dari zaman ke zaman.
Karya-karya itu bukan sekadar kumpulan tulisan. Di dalamnya tersimpan pengalaman tentang perjuangan, pembinaan, keluarga, organisasi, pendidikan, serta dinamika dakwah yang dijalani dari satu masa ke masa berikutnya.
Sebagai bentuk wakaf ilmu dan upaya mendekatkan karya kepada generasi muda, buku-buku tersebut akan disumbangkan ke Perpustakaan IBS, Perpustakaan Al Quds, Perpustakaan Khoirul Ummah, serta Perpustakaan SDIT/SMPIT Al-Huda.
Harapannya, 12 buku tersebut tidak hanya tersimpan di rak perpustakaan, tetapi benar-benar hadir di tangan para santri, siswa, guru, dan generasi penerus untuk dibaca, direnungkan, dan diambil pelajarannya.












