Sebab, dakwah tidak selalu berlangsung di atas mimbar. Ia dapat hadir dalam politik, organisasi, keluarga, ruang kelas, pesantren—dan juga melalui halaman-halaman buku.
Medan perjuangan boleh berganti, amanah boleh datang dan pergi, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti.
Ketika langkah tak lagi sampai ke semua tempat, karya dapat meneruskan perjalanan.***












