TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli, meminta Pemerintah Kota Medan menaruh perhatian serius terhadap rendahnya capaian imunisasi anak. Ia menilai, persoalan tersebut bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes), melainkan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan.
“Rendahnya capaian imunisasi tidak bisa hanya dibebankan pada Dinkes. Disdikbud juga harus berperan melalui sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan orangtua tentang pentingnya imunisasi,” ujar Iswanda, Jumat (7/11/2025).
Menurut politisi Partai Demokrat itu, meski puskesmas telah melakukan imunisasi di sekolah dengan sistem jemput bola, masih banyak siswa dan orangtua yang menolak.
Karena itu, ia mendorong agar sekolah aktif mengedukasi manfaat imunisasi demi mencegah penyebaran penyakit di kalangan anak.
“Saat ini banyak anak-anak terserang penyakit, sehingga imunisasi menjadi kebutuhan mendesak,” katanya.
Iswanda juga meminta perangkat wilayah seperti kecamatan, kelurahan, dan kepala lingkungan turut mendata serta menggerakkan warga untuk mengikuti imunisasi anak.
“Kepling harus turun langsung, mendata anak-anak yang belum diimunisasi dan bekerja sama dengan puskesmas,” ujarnya.
Berdasarkan data Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), capaian imunisasi di Kota Medan masih rendah dan cenderung menurun pada 2025.
Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) hanya mencapai 2,52 persen hingga September 2025, sementara cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi bayi turun menjadi 35,84 persen pada periode yang sama.(Anggi)












