Kota Medan

DPRD Medan Soroti Keluhan BPJS, Iswanda Ramli Minta Dinkes Segera Cari Solusi Akses Obat

78
×

DPRD Medan Soroti Keluhan BPJS, Iswanda Ramli Minta Dinkes Segera Cari Solusi Akses Obat

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Sekretaris Komisi II DPRD Medan, Iswanda Ramli, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan segera merespons keluhan masyarakat terkait kesulitan memperoleh obat bagi peserta BPJS Kesehatan.

Ia menegaskan, Dinkes bersama BPJS Kesehatan harus segera berkoordinasi untuk mencari solusi agar pelayanan kesehatan tidak merugikan masyarakat, khususnya pasien kurang mampu.

“Di saat Pemko dan DPRD Medan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima, justru muncul kebijakan yang menyulitkan pasien, khususnya pasien Program Rujuk Balik (PRB),” ujar Iswanda Ramli, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, pelayanan kesehatan seharusnya memberikan kemudahan, bukan sebaliknya. Ia meminta agar tidak ada lagi kebijakan yang mempersulit pasien dalam mendapatkan obat.

“Intinya pasien tidak boleh dipersulit. Harus ada solusi konkret dan kerja sama yang baik antara Dinkes dan BPJS,” tegasnya.

Selain itu, Iswanda juga menyoroti adanya dugaan indikasi monopoli apotek tertentu sebagai mitra BPJS Kesehatan.

Ia meminta hal tersebut segera diklarifikasi agar tidak merugikan masyarakat maupun pelaku usaha apotek lainnya.

“Kita harapkan semua apotek, terutama yang dekat dengan puskesmas, dapat diberdayakan. Jangan sampai hanya apotek tertentu saja yang ditunjuk,” ujarnya.

Ia juga membuka kemungkinan DPRD Medan akan memanggil pihak Dinkes dan BPJS Kesehatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas dan mencari solusi atas persoalan tersebut.

Keluhan serupa disampaikan warga, salah satunya Ana Purba, pasien PRB yang berdomisili di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.

Ia mengaku kesulitan mendapatkan obat karena harus mengambilnya di apotek yang jaraknya cukup jauh dari tempat berobat.

Menurut Ana, saat berobat di Puskesmas Medan Helvetia, ia diarahkan untuk mengambil obat di apotek di kawasan Medan Timur yang berjarak sekitar 7 kilometer.

Padahal, sebagai pasien penyakit kronis seperti diabetes, ia harus rutin mengambil obat setiap bulan. Kondisi tersebut dinilai memberatkan karena menambah biaya transportasi yang tidak sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *