TERITORIAL24.COM, MEDAN – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Medan yang sedang membahas Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (P2K) mendapati fakta bikin geleng-geleng kepala saat sidak ke Pasar Petisah dan Pusat Pasar, Selasa (19/8/2025).
Alat pemadam kebakaran ada, tapi lebih mirip pajangan. Hydrant sudah berumur dua dekade, bak penampungan air tak terawat, dan jalur evakuasi pun nihil.
Kalau kebakaran benar-benar terjadi, bisa dipastikan yang lari duluan bukan api, tapi orang-orang di pasar.
Sidak dipimpin Ketua Pansus Edwin Sugesti Nasution bersama Wakil Ketua Lailatul Badri, Datuk Iskandar Muda, Jusuf Ginting, Paul Mei Anton Simanjuntak, dan Ahmad Affandi. Mereka juga ditemani Kadis Damkar Medan M Yunus serta jajaran PUD Pasar.
Direktur Operasional PUD Pasar, Ismail Pardede, mengaku hydrant di Pasar Petisah memang sudah 20 tahun lebih usianya, tapi pompanya entah di mana.
Sementara di Pusat Pasar, ada delapan hydrant tapi sama-sama tidak bisa dipakai. Semua perawatan katanya tergantung anggaran.
Kondisi bak penampungan air di dua pasar itu juga bikin miris: kotor, tidak berfungsi, dan letaknya tersembunyi di basement atau belakang gedung.
Ketua Pansus Edwin menilai sistem pemadam kebakaran di pasar sangat minim.
“Hidran tidak berfungsi, jalur evakuasi juga tidak ada. Ini membahayakan pengunjung dan pedagang jika kebakaran terjadi,” ucapnya.
Saat ditanya soal anggaran, Kadis Damkar M Yunus menjelaskan sekitar Rp250 juta per wilayah per tahun, tapi anggarannya bukan di dinasnya, melainkan di PUD Pasar.
Edwin pun kecewa. “Miris sekali. Ranperda ini pengusulnya Pemko, tapi justru fasilitas di aset Pemko sendiri tidak layak. Bagaimana mau jadi contoh?” katanya.
Wakil Ketua Pansus, Lailatul Badri, menambahkan hal senada. Ia berharap Wali Kota Medan turun tangan membenahi kondisi ini agar jadi contoh bagi pengelola gedung lain.
Sementara itu, anggota Pansus Paul Mei Anton Simanjuntak mengusulkan agar Pemko membentuk UPT khusus di tiap pasar.
“Pasar-pasar kita sudah tua, kabel listrik semrawut. Kalau alat pemadamnya rusak semua, kebakaran bisa jadi bencana besar,” ujarnya.












