Tebing Tinggi - Batu Bara

Haul ke-4 KH Dja’far Semarang di Tebing Tinggi Pererat Silaturahmi Keluarga

144
×

Haul ke-4 KH Dja’far Semarang di Tebing Tinggi Pererat Silaturahmi Keluarga

Sebarkan artikel ini

Momentum Tahun Baru Islam 1448 H dan Ziarah Leluhur

TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI–Keluarga besar anak, cucu, hingga cicit KH Dja’far Semarang dan Puang Tongah Br Saragih menggelar pertemuan akbar (Haul) ke-4.

Acara yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H atau Selasa, 16 Juni 2026 ini berlangsung khidmat di Jalan Mutiara, Lingkungan I, Kelurahan Tambangan Hulu, Kota Tebing Tinggi.

Pertemuan tahunan ini bertujuan mempererat tali ukhuwah islamiyah antar keluarga serumpun yang kini telah memasuki generasi ke-7 dan ke-8.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan ziarah bersama ke makam leluhur yang berlokasi di belakang PT Batanghari, Kelurahan Tambangan Hulu.

Menjaga Warisan Leluhur dan Rencana Legalitas Perkumpulan

Ketua Perkumpulan, Anda Yasser Albantani Amk,dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wadah untuk saling mengenal, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menumbuhkan semangat tolong-menolong antar sesama keturunan.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari berbagai lini buyut, di antaranya Ruslan Harahap, Abdurrahman, dan Syaiful Sirait, sepakat agar tradisi haul keluarga ini terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat persatuan keluarga besar KH Dja’far Semarang.

Ke depan, keluarga besar ini juga berencana membentuk yayasan atau perkumpulan yang memiliki legalitas hukum resmi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat organisasi keluarga sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi internal keluarga maupun masyarakat umum.

Mengenal Sosok KH Dja’far Semarang dan Sejarah Tebing Tinggi

Berdasarkan sejarah dan cerita turun-temurun keluarga, KH Dja’far Semarang merupakan ulama keturunan Arab-Yaman yang lahir di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada tahun 1815.

Beliau dikenal sebagai putra seorang bangsawan sekaligus berasal dari keluarga penyebar agama Islam di Kota Semarang pada masa itu.

Sekitar tahun 1840-an, KH Dja’far Semarang berangkat ke Pulau Sumatera untuk berdakwah dan akhirnya menetap di Kota Tebing Tinggi hingga akhir hayatnya.

Menurut penuturan keluarga, kawasan tempat tinggal beliau dahulu berada di wilayah yang kini dikenal sebagai Jalan Baja atau Jalan Marbun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *