Di sisi lain, perusahaan turut memaparkan program tanggung jawab sosial (CSR) yang diklaim menjangkau 332 kepala keluarga dengan nilai bantuan sekitar Rp100 juta per tahun.
Selain itu, pembagian telur kepada sekitar 350 kepala keluarga juga rutin dilakukan setiap enam bulan sekali.
Hingga kini, polemik dugaan pencemaran bau masih belum mereda.
Sementara itu, operasional perusahaan dipastikan tetap berjalan sambil menunggu hasil resmi uji laboratorium udara dan limbah yang masih dalam proses.(didik)












