Daerah

Inovasi Wirausaha Ubi Jalar dari SMKN 1 Solok Selatan

544
×

Inovasi Wirausaha Ubi Jalar dari SMKN 1 Solok Selatan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SOLOK SELATAN – Pagi itu, semangat di SMKN 1 Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, terasa mengalir kuat sejak langkah pertama memasuki area dapur praktik.

Aroma ubi jalar yang direbus, digoreng, hingga dipanggang, menyatu dengan hiruk pikuk suara siswa yang tengah bekerja.

Di sekolah inilah kreativitas dan ketekunan para pelajar ditempa melalui Program Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).Jum’at, 28/11/2025.

Mereka mengolah Bijar—singkatan dari ubi jalar—menjadi berbagai makanan ringan bernilai jual tinggi, seperti Keripik Daun Bijar, Dendeng Bijar, Nastar Bijar, dan Keripik Bijar.

Semua produk dikemas dalam brand yang mereka banggakan: SKANSASS SYARUGA (SMKN 1 Solok Selatan Saribu Rumah Gadang).

Namun, perjalanan para siswa tidak pernah mudah. Dari tahap pencucian, pemotongan daun bijar, pengolahan, penggorengan, hingga pengemasan, semuanya dilakukan secara mandiri.

Setiap tahap menjadi pelajaran berharga tentang disiplin, ketelitian, dan pentingnya menjaga kualitas.

“Kami belajar dari dasar. Kadang gagal, kadang berhasil. Tapi semakin hari semakin percaya diri. Rasanya bangga sekali ketika produk kami siap dipasarkan,” kata seorang siswa yang tampak sumringah saat menunjukkan hasil produksinya.

Momen kerja keras itu menjadi semakin spesial ketika kegiatan PKK bertepatan dengan agenda reses seorang tokoh penting Sumatera Barat.

Mario Syah Johan, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus Wakil Ketua DPD Gerindra Provinsi Sumatera Barat, hadir langsung untuk melihat kemampuan dan inovasi siswa-siswa daerahnya.

Mario Syah Johan tampak menyimak dengan serius proses pengolahan bijar, mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk siap jual.

Ia memberikan apresiasi mendalam sekaligus motivasi agar siswa terus mengembangkan kreativitas berbasis kearifan lokal.

“Potensi lokal itu luar biasa besar jika kita olah dengan benar. Produk anak-anak SMKN 1 Solok Selatan ini adalah contoh nyata bahwa kreativitas tidak harus menunggu besar. Mulai dari sekolah, dari ruang kecil seperti ini, inovasi bisa lahir,” ujarnya di depan para siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *