Kota Medan

Jawab Fraksi DPRD Medan, Rico Waas Tegaskan P-APBD 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur hingga Medan Utara

110
×

Jawab Fraksi DPRD Medan, Rico Waas Tegaskan P-APBD 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur hingga Medan Utara

Sebarkan artikel ini

 

Penanganan Banjir Harus Terintegrasi

 

Persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama dalam tanggapan kepala daerah. Rico menegaskan penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial hanya pada satu titik.

Pemko Medan, kata dia, melakukan pemetaan lokasi genangan untuk menentukan titik-titik prioritas penanganan. Sistem drainase harus dilihat sebagai satu kesatuan, mulai dari kawasan hulu hingga hilir atau outlet pembuangan menuju sungai.

“Penanganan saluran drainase harus secara kawasan, bukan parsial—satu kesatuan sistem dari hulu hingga hilir atau outlet pembuangan sungai,” kata Rico.

Ia mengakui kewenangan antarlembaga masih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan banjir.

Karena itu, Pemko Medan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, instansi vertikal serta pemerintah kabupaten yang wilayahnya berbatasan dengan Kota Medan.

 

Anggaran Pendidikan untuk Dampak Banjir

 

Di sektor pendidikan, penambahan anggaran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang terdampak bencana banjir.

Kebutuhan tersebut mencakup penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah, perbaikan ruang kelas, pengadaan mebel sekolah, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik hingga pemeliharaan bangunan cagar budaya.

Terkait rencana bantuan tebus ijazah bagi siswa SMA, Rico mengatakan Pemko Medan masih melakukan kajian terhadap Peraturan Wali Kota agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara untuk menangani sekitar 500 siswa putus sekolah, Dinas Pendidikan telah menganggarkan program pendidikan nonformal melalui Paket A, Paket B dan Paket C.

Pemko Medan juga telah melaksanakan program regrouping sekolah. Sebanyak 86 SD telah diregrouping sehingga jumlah SD Negeri di Kota Medan menjadi 295 sekolah dari sebelumnya 381 sekolah.

 

Infrastruktur Jadi Prioritas

 

Pada sektor infrastruktur, Rico menyampaikan penambahan anggaran Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang diarahkan untuk menjalankan program-program prioritas yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *