Kota Medan

Jawab Fraksi DPRD Medan, Rico Waas Tegaskan P-APBD 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur hingga Medan Utara

146
×

Jawab Fraksi DPRD Medan, Rico Waas Tegaskan P-APBD 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur hingga Medan Utara

Sebarkan artikel ini

Pemko Medan juga tengah melakukan rehabilitasi puskesmas dan pustu serta rehabilitasi 35 sekolah SD dan SMP Negeri.

Sementara melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), pemerintah kota berkomitmen mengoptimalkan penanganan jalan, drainase, jembatan dan kebutuhan infrastruktur lainnya.

 

35 Persen Belanja Pembangunan untuk Medan Utara

 

Menjawab perhatian Fraksi PKS terkait komitmen 35 persen belanja pembangunan pada P-APBD 2026 untuk kawasan Medan Bagian Utara, Rico menjelaskan sejumlah program telah disiapkan.

Melalui SDABMBK, pembangunan diarahkan pada pengelolaan dan pengembangan sistem drainase serta penyelenggaraan jalan.

Sedangkan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, program mencakup pengelolaan dan pengembangan sistem air minum, sistem air limbah serta penataan kawasan permukiman, termasuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Rico memastikan tambahan anggaran dalam P-APBD 2026 akan diarahkan secara terukur sehingga pelaksanaan program tidak berujung pada rendahnya serapan anggaran maupun SiLPA.

“Perencanaan dan penganggaran telah memperhitungkan masa pelaksanaan, prioritas lokasi, kapasitas sumber daya serta waktu yang tersedia pada tahun anggaran berjalan,” ujarnya.

 

Target Makro Pembangunan

 

Menjawab Fraksi Gerindra mengenai indikator kesejahteraan masyarakat, Rico menyampaikan Pemko Medan telah menetapkan sejumlah target makro pembangunan yang mengacu pada RPJMD 2025–2029 dan RKPD Perubahan 2026.

Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 5,2–5,7 persen. IPM ditargetkan meningkat menjadi 83,02–83,34 poin.

Sementara tingkat kemiskinan ditargetkan ditekan menjadi 7,0–7,5 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 7,85 persen.

Untuk ketimpangan, Rasio Gini ditargetkan berada pada kisaran 0,359–0,369. Sedangkan inflasi ditargetkan tetap terkendali pada rentang 2,0–3,4 persen.

Rico menegaskan peningkatan anggaran tidak cukup hanya diukur dari besarnya realisasi belanja. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan untuk memastikan setiap tambahan anggaran menghasilkan output dan outcome yang terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *