Kota Medan

Kejar Target Perlinsos, Wali Kota Medan Perintahkan Kewilayahan Jemput Bola

189
×

Kejar Target Perlinsos, Wali Kota Medan Perintahkan Kewilayahan Jemput Bola

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memerintahkan seluruh perangkat kewilayahan, mulai dari kepala lingkungan (kepling), lurah hingga camat, untuk melakukan langkah jemput bola dalam mempercepat pendataan dan pendaftaran masyarakat ke Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Kota Medan.

Instruksi tersebut disampaikan menyusul masih rendahnya capaian pendaftaran Perlinsos, sementara batas waktu yang ditargetkan pemerintah kota berakhir pada akhir Agustus 2026.

“Sudah saya perintahkan untuk dipercepat dari semua tingkatan,” tegas Rico Waas.

Menurutnya, salah satu kendala yang ditemui di lapangan adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta tata cara pendaftaran akun Perlinsos.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Medan menerapkan pola jemput bola dengan melibatkan perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Kemarin kita panggil semua kewilayahan untuk jemput bola, karena masih banyak masyarakat belum mengerti. Bahkan kita juga melibatkan OPD seperti Dinsos dan Disdukcapil agar proses pendaftaran bisa cepat dilakukan,” ujar Rico.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Medan, hingga saat ini pendaftaran Kartu Keluarga (KK) melalui Portal Perlinsos di 21 kecamatan baru mencapai 288.140 KK atau sekitar 37 persen dari total target 789.026 KK.

Kecamatan Medan Belawan tercatat sebagai wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 51 persen atau 16.290 KK dari total 32.106 KK. Selanjutnya Medan Marelan dan Medan Maimun masing-masing mencapai 47 persen.

Sementara itu, Kecamatan Medan Timur menjadi wilayah dengan capaian terendah. Dari target 38.939 KK, baru 10.796 KK atau sekitar 28 persen yang telah terdaftar.

Rico berharap seluruh jajaran kewilayahan dapat meningkatkan koordinasi dan turun langsung ke masyarakat untuk mengejar target pendaftaran sebelum batas waktu berakhir.

Ia juga meminta edukasi terkait Perlinsos terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya pendataan tersebut sekaligus dapat memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *