TERITORIAL24.COM, MEDAN – Suasana Selasa sore (7/10/2025) di DPRD Medan agak beda. Bukan soal sidang paripurna atau interupsi yang bikin kening berkerut, tapi karena ruang kerja Rommy Van Boy kedatangan tamu dari Lembaga Kerukunan Forum Masyarakat India Indonesia (LK-FORMASII).
Dipimpin oleh Tonny Silvaraj bersama Subenthiren dan Dilven Kenneth, rombongan LK-FORMASII datang dengan semangat silaturahmi—alias ngobrol santai tapi serius—membahas soal bagaimana masyarakat India di Medan bisa makin maju dan terlibat dalam pembangunan kota.
“Kami ingin masyarakat India Indonesia, lintas agama—Muslim, Hindu, Kristen, Budhist, sampai Sikh—bisa bersatu dan maju bersama.
Apalagi untuk generasi muda yang harus disiapkan menyongsong masa depan lebih baik,” ujar Tonny, yang gayanya campur antara aktivis dan abang-abang komunitas pecinta chai.
Menurutnya, kehadiran Rommy Van Boy sebagai salah satu putra terbaik India Indonesia di kursi DPRD Medan adalah momen yang pas untuk memperkuat kolaborasi.
“Kami percaya beliau bisa jadi contoh dan inspirasi buat anak-anak muda India Indonesia. Sekarang sudah banyak yang punya pendidikan bagus dan pola pikir keren,” lanjut Tonny.
Selain ngobrolin soal pemberdayaan dan semangat kebersamaan, mereka juga sempat bahas rencana Musyawarah dan Pelantikan Kepengurusan LK-FORMASII periode 2025–2030. Ya, biar urusan organisasi tetap jalan, bukan cuma jadi grup WhatsApp yang sepi setelah acara pembentukan.
Rommy Van Boy, yang juga politisi Golkar, menyambut hangat kunjungan itu. “Saya selalu siap untuk berdiskusi dan berkolaborasi memajukan masyarakat Medan, terutama saudara-saudara kita dari komunitas India Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan senyum, jabat tangan, dan semangat baru: bahwa Medan yang majemuk akan lebih kuat kalau semua warganya ikut nyemplung dalam pembangunan.
Termasuk, tentu saja, teman-teman dari LK-FORMASII yang lagi semangat 45—atau mungkin lebih tepatnya, semangat 2025.(Akbar)












