TERITORIAL24.COM, LANGKAT – Kampung Ampera tampaknya sedang serius-seriusnya ingin naik kelas. Lewat Festival Budaya Kampung Ampera yang dirangkai dengan penggalangan donasi untuk korban banjir, Senin (15/12/2025), warga kampung ini menunjukkan bahwa kebudayaan tak cuma layak dipajang, tapi juga dirawat dan diperjuangkan.
Acara yang digelar di Kampung Ampera, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, itu mendapat perhatian khusus dari Maestro Biola Melayu, Tengku Ryo.
Kehadiran tokoh budaya tersebut seolah menjadi penegasan bahwa Kampung Ampera memang punya modal kuat untuk melangkah lebih jauh.
Di hadapan warga dan pelaku seni, Tengku Ryo menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah menetapkan Kampung Ampera sebagai Kampung Budaya di Kabupaten Langkat.
Menurutnya, kampung yang disebut sebagai cikal bakal Kota Stabat ini memiliki potensi lengkap, mulai dari situs sejarah hingga adat istiadat yang masih hidup dan dipraktikkan oleh masyarakatnya.
Tak sekadar datang dan memberi sambutan, Tengku Ryo juga mengapresiasi seni pertunjukan yang ditampilkan para seniman lokal dalam tajuk Malam Berinai, sebuah tradisi adat Melayu yang sarat makna.
Pentas budaya tersebut menyuguhkan perpaduan seni Dedeng, pantun, Bordah, Tari Dulang, serta Tari Tiga Serangkai Mak Inang Pulau Kampai.
Pertunjukan semakin lengkap dengan hadirnya Tari Serampang Dua Belas yang diiringi musik tradisi.
Alunan serunai, gesekan biola, dentuman gendang, accordion, hingga gong menyatu, menciptakan suasana yang menegaskan satu hal: Kampung Ampera bukan sekadar punya cerita masa lalu, tapi juga denyut budaya yang masih hidup sampai hari ini.(Tengku Fahrizal)












