TERITORIAL24.COM, MEDAN – Komisi IV DPRD Kota Medan merasa kecewa terhadap sikap manajemen sebuah perusahaan yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Raya, Lingkungan 12, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.
Kekecewaan itu muncul lantaran pihak perusahaan menolak menerima kunjungan resmi DPRD Medan bersama perwakilan Pemko Medan, Senin (28/4/2025).
Anggota Komisi IV DPRD Medan, El Barino Shah SH MH, menyebutkan bahwa sikap perusahaan yang menutup pagar dan menghalangi rombongan DPRD menimbulkan dugaan kuat adanya aktivitas ilegal yang ingin disembunyikan.
“Kita datang secara resmi, sudah ada surat pemberitahuan dan bukti penerimaan. Tapi justru pagar digembok agar kami tidak bisa masuk. Ini jelas mencurigakan,” ujarnya kepada awak media di lokasi.
El Barino meminta Pemko Medan dan aparat penegak hukum untuk mendalami aktivitas perusahaan tersebut. Ia menilai tindakan perusahaan tersebut tidak menghargai institusi DPRD maupun Pemko Medan.
Kekecewaan serupa juga dirasakan Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra, Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak, dan anggota lainnya seperti Jusuf Ginting Suka, Antonius Devolis Tumanggor, Rommy Van Boy, serta Ahmad Afandi Harahap. Sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan yang turut hadir juga mengaku kecewa atas penolakan tersebut.
“Kami sudah pernah undang mereka dalam RDP di DPRD Medan, namun tidak hadir. Sekarang saat kami datang langsung pun malah menghindar. Ini bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan dan tidak menghargai institusi negara,” tegas El Barino.
Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menyatakan akan kembali mengundang pihak perusahaan dalam Rapat Dengar Pendapat. Ia juga mendorong seluruh pihak terkait untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas perusahaan tersebut.
Perusahaan tersebut sebelumnya dituding melakukan penimbunan anak Sungai Paluh yang berfungsi sebagai akses keluar masuk bagi nelayan tradisional. Akibat penimbunan itu, para nelayan kesulitan mencari ikan, dan pemukiman warga sekitar pun mengalami banjir.












