Kota Medan

May Day di Medan: Panggung Sukacita dan Janji Kesejahteraan Buruh

55
×

May Day di Medan: Panggung Sukacita dan Janji Kesejahteraan Buruh

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Medan berlangsung dalam suasana berbeda.

Alih-alih diwarnai aksi demonstrasi, perayaan kali ini menghadirkan nuansa kebersamaan antara buruh, pemerintah, dan unsur terkait di Pardede Hall, Jumat (1/5/2026).

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tampil tidak sekadar sebagai pejabat yang memberi sambutan.

Ia turun dari panggung, bernyanyi bersama, dan berbaur dengan ribuan buruh yang memadati gedung tersebut.

Momen itu menandai pendekatan yang lebih cair dalam membangun komunikasi dengan kalangan pekerja.

Acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan buruh, serta pembagian hadiah melalui undian, mulai dari telepon genggam hingga sepeda dan televisi.

Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Kapolrestabes Medan Kombespol Jean Calvijn Simanjuntak dan Dandim 0201/Medan, Kolonel Delli Yudha Adi Nurcahyo, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Dalam pidatonya, Rico menegaskan posisi strategis buruh dalam pembangunan kota.

“Buruh adalah denyut nadi ekonomi, kekuatan pembangunan, dan tonggak masa depan. Tanpa buruh, pembangunan hanyalah wacana,” ujarnya di hadapan sekitar seribu peserta.

Ia juga menyoroti pentingnya kepastian kerja dan perlindungan hak tenaga kerja.

Pemerintah Kota Medan, kata dia, akan meneruskan aspirasi buruh yang berada di ranah kewenangan pemerintah pusat maupun provinsi. Rico menekankan perlunya dialog terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja sebagai fondasi kebijakan ketenagakerjaan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Medan menyampaikan sepuluh poin strategi, antara lain penguatan sinergi tripartit, pengawasan terhadap pemenuhan hak normatif pekerja, serta upaya mendorong penetapan upah minimum kota yang lebih adil.

Di luar aspek kebijakan, Rico mengajak seluruh elemen menjaga kondusivitas kota.

Ia menegaskan bahwa Medan adalah milik bersama. “Kota ini bukan hanya milik pemerintah atau pengusaha, tapi juga milik buruh dan seluruh masyarakat,” katanya, disambut seruan “Hidup Buruh!” dari peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *