TERITORIAL24.COM, PADANG — Sumatera Barat belum selesai menangis. Banjir dan longsor di berbagai daerah mengirimkan kabar duka setiap jamnya.
Mayat ditemukan di sungai, di pinggir jalan yang putus, di antara reruntuhan. Ribuan warga mengungsi tanpa kepastian, sekolah-sekolah lumpuh, dan relawan bekerja tanpa tidur mengevakuasi korban.
Namun, di tengah kepanikan dan bau kematian yang masih menyelimuti Sumbar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat tetap memilih duduk nyaman di dalam ballroom hotel berbintang, menggelar seminar untuk kepala sekolah SMA dan SMK, Kamis (27/11/2025).
Keputusan ini meledakkan kemarahan publik. Banyak yang menyebut tindakan tersebut sebagai puncak ketidakpekaan pejabat saat rakyatnya terbenam dalam bencana.
Beberapa kepala sekolah yang hadir mengaku tahu bahwa topik seminar tentang silek tradisi adalah hal penting untuk pelestarian budaya. Tetapi semua sepakat satu hal: waktunya “fatal”, tidak peka, dan memancing luka emosional masyarakat yang sedang kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggal.
Sampai berita ini ditulis, Kepala Dinas Pendidikan belum berani memberikan keterangan resmi, meninggalkan spekulasi tentang sensitivitas dan prioritas pejabat dalam menangani keadaan darurat.
Kabid SMA Mahyan Buka Suara — Namun Penjelasannya Dinilai Tak Menjawab Inti Masalah
Kabid SMA Disdik Sumbar, Mahyan, akhirnya memberikan klarifikasi. Namun bagi publik, penjelasan ini dirasa hanya menjawab teknis, bukan esensi kegagalan membaca situasi.
Berikut poin penjelasan Mahyan:
1. Kegiatan bukan acara mendadak — sudah direncanakan dalam APBD dan disosialisasikan sejak April.
2. Hotel dipilih karena kapasitas, mengingat peserta terdiri dari kepala sekolah, pengurus IPSI, pengcab, dan tuo silek.
3. Bencana tetap diperhatikan, siswa diberikan kesempatan belajar dari rumah.
4. Pendataan kerusakan sekolah sedang dilakukan.
Penjelasan ini dinilai publik tidak menyentuh inti persoalan: mengapa tetap memaksakan seminar di tengah situasi di mana ratusan ribu warga butuh fokus penanganan, bukan formalitas kegiatan?












