TERITORIAL24.COM, JAKARTA –Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi melakukan transformasi penting dengan mengubah nomenklatur Bidang Kepemudaan menjadi Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa pada kepengurusan DPP PKS periode 2025-2030.
Langkah ini menjadi wujud komitmen PKS untuk semakin dekat dengan generasi muda yang dianggap sebagai calon pemimpin bangsa.
Perubahan tersebut diumumkan dalam Side Event Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS pada Ahad, 28 September 2025.
Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi, menegaskan bahwa nomenklatur baru ini hadir sebagai bentuk kepedulian partai terhadap pelajar dan mahasiswa.
Menurutnya, kalangan muda memiliki peran strategis dalam proses pembangunan nasional.
“Ini menegaskan kepada publik bahwa PKS sangat peduli dengan pelajar, sangat peduli dengan mahasiswa sebagai bagian dari bibit-bibit yang kita harapkan menjadi pemimpin bangsa dan negara nantinya,” ujarnya.
Aang menambahkan bahwa tujuan pembentukan bidang baru ini tidak hanya sebatas untuk meraih simpati politik.
Lebih jauh, PKS ingin menjadikan anak muda sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek politik.
“Targetnya adalah menjadikan anak-anak muda itu sebagai subjek dari proses pembangunan, sebuah subjek dari proses perbaikan bangsa,” jelasnya.
Menurut Aang, anak muda selama ini kerap dijadikan objek politik, terutama dalam momentum pemilu.
Namun, melalui bidang baru ini, PKS berkomitmen mengubah pola tersebut agar generasi muda benar-benar menjadi pelaku utama perubahan.
Dengan cara itu, anak muda bisa berperan lebih aktif dan nyata dalam perjalanan bangsa.
Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa PKS membawa tiga agenda utama yang akan dijalankan.
Agenda pertama adalah penyadaran, yaitu membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya peran mereka dalam pembangunan bangsa.
Agenda kedua adalah pemberdayaan, yang berarti memberikan ruang, pelatihan, dan kesempatan agar anak muda dapat mengembangkan potensi diri.
Agenda ketiga adalah pengembangan, di mana anak muda tidak hanya diarahkan untuk berkiprah di tingkat lokal, tetapi juga di level nasional bahkan internasional.












