Nasional

‎Pantau Korban Banjir, Presiden PKS Bermalam di Lokasi Bencana Aceh Tamiang ‎

380
×

‎Pantau Korban Banjir, Presiden PKS Bermalam di Lokasi Bencana Aceh Tamiang ‎

Sebarkan artikel ini

‎Solidaritas Kemanusiaan: Salurkan Bantuan Logistik Hasil Gotong Royong Gaji Pejabat Publik

Presiden PKS Dr. H. Almuzzammil Yusuf melakukan peninjauan langsung sekaligus bermalam di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang(foto: Instagram@almuzzammil-yusuf)

TERITORIAL24.COM,‎ACEH TAMIANG – Sebagai bentuk komitmen kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, Presiden PKS Dr. H. Almuzzammil Yusuf melakukan peninjauan langsung sekaligus bermalam di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa(16/12/2025).

Langkah ini diambil guna merasakan langsung kondisi darurat yang dialami warga di tengah cuaca ekstrem.

‎Respons Cepat Pasca-Apel Relawan

‎Kunjungan ke Aceh Tamiang merupakan rangkaian aksi lanjutan setelah Almuzzammil memimpin Apel Siaga Mobilisasi Relawan di Medan, Sumatera Utara.

Setibanya di lokasi, ia langsung berinteraksi dengan masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit, termasuk kendala pemadaman listrik dan terputusnya jaringan komunikasi.

‎“Kehadiran ini adalah bentuk kepedulian kami untuk ikut merasakan kegelisahan warga. Ancaman banjir susulan di tengah hujan deras, keterbatasan air bersih, hingga padamnya listrik menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi masyarakat saat ini,” ujar Almuzzammil dalam keterangan tertulisnya.

‎Mekanisme Bantuan dari Pemotongan Gaji

‎Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula berbagai bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas.

Bantuan tersebut meliputi bahan pangan, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan logistik lainnya.

‎Dana bantuan ini dihimpun melalui kebijakan internal partai, yakni pemotongan gaji dan tunjangan para pejabat publik serta donasi kader PKS.

Mekanisme gotong royong ini ditekankan sebagai wujud nyata pengabdian kepada rakyat yang sedang tertimpa musibah.

‎Urgensi Pemulihan Pasca-Bencana

‎Kondisi di lapangan saat ini dilaporkan masih cukup memprihatinkan dengan akses air bersih yang terbatas.

Kehadiran tokoh publik di titik nol bencana diharapkan dapat memberikan dorongan moril bagi warga agar tetap sabar dan optimis dalam proses pemulihan.

‎”Semoga ikhtiar kecil ini menjadi penguat langkah warga Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya untuk bangkit kembali,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *