Bagi personel yang masih aktif, sosok senior bukan sekadar rekan kerja yang telah meninggalkan institusi.
Mereka adalah tempat belajar tentang pengalaman, kedisiplinan, tanggung jawab, serta bagaimana menghadapi berbagai dinamika selama menjalankan tugas.
Sebuah Penghargaan untuk Perjalanan Panjang
Kapolres menegaskan, pelepasan purna tugas bukan sekadar tradisi yang dilakukan setiap ada personel memasuki masa pensiun.
Menurutnya, momen tersebut merupakan bentuk penghargaan institusi kepada mereka yang telah menyelesaikan perjalanan panjang pengabdian.
“Pelepasan purna tugas bukan hanya tradisi, tetapi momen penting sebagai pemberian reward kepada para personel yang sudah berhasil menyelesaikan masa dinasnya,” katanya.
Ucapan terima kasih pun disampaikan Kapolres kepada personel purna bakti atas dedikasi dan keseriusan mereka selama menjalankan tugas.
“Selaku Kapolres Serdang Bedagai, saya mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dalam pelaksanaan tugas selama aktif berdinas,” ungkapnya.
Saat Pedang Pora Mengantar ke Pintu Gerbang
Setelah penyerahan piagam purna bakti dan cendera mata dari Kapolres serta PJU Polres Serdang Bedagai, rangkaian acara dilanjutkan dengan makan bersama.
Namun, puncak emosional kegiatan terjadi ketika kedua personel dilepas melalui prosesi pedang pora oleh para perwira Polres Serdang Bedagai.
Di bawah bentangan pedang para perwira, keduanya melangkah meninggalkan lingkungan tugas yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
Pedang pora hari itu bukan sekadar prosesi penghormatan. Ia menjadi simbol bahwa perjalanan sebagai anggota Polri telah sampai pada satu titik akhir, sekaligus membuka lembaran kehidupan berikutnya.
Di belakang mereka, ada rekan-rekan yang pernah bersama menjalankan tugas. Ada kenangan tentang berbagai penugasan, tantangan, kebersamaan, dan cerita yang tidak mungkin seluruhnya dituangkan dalam satu acara.
Dan ketika langkah terakhir meninggalkan barisan, yang tersisa bukan sekadar seragam yang ditanggalkan.












