Bantuan itu berupa empat unit skid loader, satu unit kompresor, dan satu unit mobil crane untuk memindahkan material sisa banjir. Secara keseluruhan, sebanyak 14 unit alat berat dan truk serta 23 petugas operator dan sopir dikerahkan ke Aceh Tamiang.
Gibson menegaskan seluruh alat berat dan petugas hingga kini masih berada di lokasi bencana dan bekerja sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta Kemendagri.
Ia memastikan pengiriman bantuan tersebut tidak mengganggu pelayanan dan pekerjaan Dinas SDABMBK di Kota Medan.
“Peralatan di Medan masih mencukupi. Ini juga menjadi pesan Wali Kota Medan kepada kami,” kata Gibson.(Anggi)












