Selain bus, Dishub Sumut juga menyediakan 800 kursi kereta api rute Medan–Rantau Prapat dan 500 kursi rute Medan–Tanjungbalai. Untuk transportasi laut, disiapkan masing-masing 400 kursi pada rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan.
Program ini juga mencakup layanan penyeberangan menuju Kepulauan Nias melalui rute Sibolga–Gunungsitoli dan Gunungsitoli–Sibolga.
Pemudik disarankan tiba di Sibolga pada malam hari agar dapat langsung terhubung dengan keberangkatan kapal pada pukul 22.00 WIB.
Guna menjamin keselamatan perjalanan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan, antara lain pemeriksaan kelaikan kendaraan di pool dan terminal, tes urine bagi pengemudi, serta koordinasi dengan berbagai instansi seperti kepolisian, Jasa Raharja, Balai Pengelola Transportasi Darat, dan Dinas Kesehatan.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sumut Riris Sijabat mengatakan pemerintah juga melakukan survei jalur mudik bersama sejumlah instansi terkait. Survei itu memetakan titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan longsor di jalur utama mudik di Sumatera Utara.
Ia menambahkan, jalur Batu Lobang belum dapat dilalui bus mudik gratis karena masih dalam proses perbaikan.
Sebagai alternatif, perjalanan menuju Sibolga dialihkan melalui rute Simpang Rampa–Poriaha–Sibolga.
“Perbaikan jalan Batu Lobang ditargetkan selesai pada Desember tahun ini,” kata Riris.(Anggi)












