TERITORIAL24.COM,JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong pemerintah pusat segera menetapkan status Bencana Nasional atas rangkaian bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Sabtu(13/12/2025).
Dorongan ini disampaikan menyusul besarnya jumlah korban jiwa, luasnya wilayah terdampak, serta kerugian ekonomi yang dinilai telah melampaui kemampuan pemerintah daerah.
Sekretaris Jenderal DPP PKS, H. Muhammad Kholid, S.E., M.Si, menyebutkan bahwa berdasarkan data yang tersedia, bencana tersebut telah menyebabkan 836 orang meninggal dunia dan 518 orang dinyatakan hilang, dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 68,67 triliun.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa bencana yang terjadi bukan lagi berskala lokal maupun regional.
“Jika merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta PP Nomor 21 Tahun 2008, indikator penetapan bencana nasional pada dasarnya telah terpenuhi,” ujar Kholid dalam keterangannya.
PKS menilai, dampak bencana diperparah oleh sejumlah faktor pemberat.
Antara lain deforestasi massif di wilayah hulu serta meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi.
Akibatnya, banjir dan longsor terjadi secara luas dan serentak di beberapa provinsi, disertai kerusakan infrastruktur, terputusnya akses darat, dan terisolasinya sejumlah wilayah.
Menurut PKS, kondisi tersebut menegaskan perlunya mobilisasi sumber daya nasional yang cepat dan terkoordinasi.
Penetapan status Bencana Nasional dinilai penting agar pemerintah pusat dapat segera mengaktifkan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB serta Belanja Tidak Terduga (BTT) APBN guna mempercepat proses tanggap darurat, evakuasi korban, hingga pemulihan pascabencana.
“Penetapan status ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut kecepatan negara dalam menyelamatkan rakyat dan memulihkan kehidupan masyarakat terdampak,” kata Kholid.
PKS berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah strategis dan terukur agar penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat berjalan optimal.












