Bahkan ketika penyidik mencoba menghubungi korban untuk memberikan peringatan, informasi tersebut justru diteruskan kepada para pelaku karena korban telanjur mempercayai mereka.
“Saat penyelidikan, korban sempat kami hubungi. Namun pesan kami diteruskan kepada tersangka karena korban sangat percaya. Setelah pelaku berhasil diamankan, barulah kasus ini dapat diungkap,” ungkapnya.
Koordinasi dengan India dan Kamboja
Polda Sumut kini terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan internasional tersebut.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan Konsulat India dan Konsulat Kamboja guna menelusuri dugaan korban lain serta kemungkinan tindak pidana lintas negara.
Selain itu, penyidik masih mendalami aliran dana hasil kejahatan dan memburu kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam sindikat scamming internasional tersebut.(Akbar)












