TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat sektor industri dengan fokus pada pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta hilirisasi komoditas unggulan guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menegaskan bahwa penguatan IKM menjadi strategi utama dalam mendorong pertumbuhan industri di Sumut.
“Pengembangan industri di Sumut difokuskan pada penguatan IKM, pengembangan kawasan industri, dan hilirisasi komoditas unggulan,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (31/3/2026).
194 Ribu IKM di Sumut Serap Hampir 400 Ribu Tenaga Kerja
Berdasarkan data Dinas Perindag ESDM Sumut, hingga tahun 2025 terdapat 194.089 IKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sektor ini mampu menyerap 399.194 tenaga kerja, menjadikannya tulang punggung ekonomi daerah.
Namun, pelaku IKM masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tingginya biaya produksi dan rendahnya daya saing produk di pasar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus mendorong:
Akses pembiayaan bagi pelaku usaha
Pelatihan keterampilan dan peningkatan kualitas SDM
Pendampingan manajemen dan pemasaran
Digitalisasi pemasaran produk IKM
“Pemanfaatan teknologi digital sangat penting agar IKM bisa menjangkau pasar nasional hingga internasional,” kata Dedi.
Program 2026: Fokus IKM Kopi dan Wirausaha Baru
Pada tahun 2026, Pemprov Sumut akan menjalankan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kapasitas IKM, khususnya di sektor kopi dan kuliner.
Program tersebut meliputi:
Pelatihan dan bantuan peralatan untuk 80 IKM kopi
Penciptaan 60 wirausaha baru sektor kopi
Pengembangan 35 wirausaha baru sektor kuliner
Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan Dekranasda untuk mendorong diversifikasi produk serta memperluas promosi melalui berbagai event pameran nasional dan internasional.












