BLITAR I TERITORIAL24.COM — Tiga hari menjelang Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub), perebutan kursi Ketua Umum KONI Kota Blitar periode definitif memasuki tahap krusial.
Selain soal dukungan suara, proses verifikasi persyaratan bakal calon kini menjadi perhatian. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) diminta bekerja transparan dan tegas agar tidak muncul persoalan setelah ketua terpilih.
Pemerhati keolahragaan, Yusron Mustofa, mengatakan KONI Kota Blitar membutuhkan pemimpin yang memenuhi seluruh persyaratan, memiliki integritas, serta mampu menjaga organisasi tetap fokus pada pembinaan prestasi atlet.
“KONI Kota Blitar sudah waktunya menentukan nasib dengan benar dan tepat. Jangan sampai lembaga olahraga kembali menjadi arena kepentingan politik segelintir orang yang mengatasnamakan kepentingan prestasi,” ujar Yusron, Sabtu (19/9/2026).
Diketahui, M. Samanhudi Anwar terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar periode 2026–2030 melalui Musorkot pada Mei 2026.
Setelah dikukuhkan pada 18 Juni 2026, Samanhudi menyatakan mengundurkan diri. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Elim Tyu Samba sebagai Plt Ketua.
Kondisi tersebut mendorong digelarnya Musorkotlub untuk memilih ketua definitif.
Dalam penjaringan, Elim mendaftarkan diri dan mengklaim mendapat dukungan 29 cabang olahraga. Selain Elim, Ratih Dewi Indarti juga tercatat sebagai bakal calon.
Yusron menyoroti persyaratan calon yang berkaitan dengan keterlibatan dalam perkara hukum. Ia menyinggung laporan dugaan penipuan dan penggelapan terhadap Elim di Polrestabes Makassar.
Berdasarkan pemberitaan ANTARA, laporan tersebut tercatat pada Desember 2024 dan polisi kemudian melakukan penyelidikan serta memanggil Elim untuk klarifikasi.
Namun, laporan tersebut merupakan dugaan perkara dan bukan putusan pengadilan yang menyatakan Elim bersalah. Elim juga sebelumnya menyatakan persoalan tersebut telah selesai dan merupakan kesalahpahaman.
Karena itu, Yusron meminta TPP menjelaskan secara terbuka standar verifikasi persyaratan tersebut.












