Setelah seluruh tahapan pembelajaran diselesaikan, peserta berkesempatan mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti kursus tersebut.
Penyelenggara berharap praktik langsung ini dapat membuat para penyuluh tidak sekadar mengenal NutriAgriSmart, tetapi juga mampu mengoperasikan dan memanfaatkan platform tersebut secara mandiri setelah kegiatan sosialisasi berakhir.
Melalui sistem pembelajaran digital, penyuluh dapat mengakses berbagai materi kapan saja dan dari mana saja sehingga proses peningkatan kompetensi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Lebih jauh, para penyuluh yang telah memahami penggunaan platform tersebut diharapkan menjadi agen penyebaran pengetahuan di wilayah binaan masing-masing.
Materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan penyuluhan, pendampingan petani, serta mendorong penerapan praktik budidaya pertanian yang lebih baik.
Integrasi NutriAgriSmart dengan program PM-AAS diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui penguatan kompetensi SDM.
Dengan dukungan teknologi digital, penyuluh pertanian diharapkan semakin mudah memperoleh informasi dan inovasi terbaru sehingga mampu mendampingi petani menghadapi tantangan pertanian modern serta mewujudkan sistem pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.(MTB)












