Seluruh bantuan disimpan sementara di gudang Medan dan Bireuen sebelum disalurkan secara terkoordinasi.
Polri memastikan proses distribusi melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta relawan agar berjalan akuntabel dan tepat sasaran.
Namun, di balik angka 22 kontainer dan klaim 40 ribu penerima manfaat, pekerjaan besar sesungguhnya baru dimulai.
Masa tanggap darurat perlahan bergeser menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi—fase yang kerap menguji konsistensi komitmen negara.
Langkah Polri kali ini mempertegas peran institusi tersebut tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga bagian dari mesin respons kemanusiaan nasional.
Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya surut dan rumah-rumah yang belum kembali berdiri, bantuan itu setidaknya menjadi penanda: negara hadir, dan pemulihan sedang diupayakan.(Akbar)












