Kota Medan

Sapa Warga di Bantaran Babura, Rico Waas Janjikan Respons Cepat dan Tepat Sasaran

220
×

Sapa Warga di Bantaran Babura, Rico Waas Janjikan Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Pagi yang masih basah oleh sisa hujan beberapa hari terakhir itu, Sabtu (14/2/2026), dimulai dengan suara dayung membelah arus Sungai Babura.

Di atas perahu karet, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyusuri aliran sungai dari jembatan Jalan Mogonsidi hingga bantaran Taman Beringin.

Ia tak sekadar meninjau. Ia ingin melihat sendiri denyut persoalan yang kerap luput dari meja rapat.

Program gotong royong massal dan sapa warga yang ia gagas kembali digelar. Berbeda dari biasanya, kali ini Rico memilih jalur sungai—ruang yang beberapa waktu lalu sempat menjadi sumber kecemasan warga akibat banjir.

Dari atas perahu, ia mengamati tumpukan sampah, sedimentasi, dan pohon tumbang yang menyangkut di tepian.

Usai peninjauan, kegiatan berlanjut ke Taman Beringin. Di sana, kursi-kursi ditata sederhana. Warga duduk berhadap-hadapan dengan wali kota.

Sesi sapa warga pun dimulai—sebuah forum dialog terbuka yang, menurut Rico, menjadi ruang untuk menyerap aspirasi tanpa sekat birokrasi.

“Kita berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk gotong royong bersama dan sapa warga. Fungsinya menyerap aspirasi secara langsung. Kita duduk, tanya jawab, apa kira-kira harapan Bapak dan Ibu sekalian, apapun itu kita serap,” ujarnya.

Turut hadir Anggota DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli dan Rizki Lubis, unsur Forkopimda, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Namun, panggung utama tetap milik warga.

Hutahean, warga Kelurahan Anggrung, angkat bicara. Ia menyoroti pohon tumbang di sekitar Sungai Babura, tepatnya di belakang Gereja Elim.

Batang kayu yang sudah berbulan-bulan tak terangkat itu, katanya, memicu penumpukan sampah dan berpotensi memperparah banjir.

“Pohon tumbang itu belum diangkat sampai sekarang. Sampah jadi menumpuk, bisa berakibat banjir. Kami mohon dinas terkait membereskan persoalan tersebut,” ujarnya.

Keluhan lain datang dari Rehana. Ia meminta perbaikan jalan rusak di kawasan Teuku Umar, belakang Sun Plaza, hingga tembus ke Pasar Muara Takus. “Jalan tersebut rusak, Pak Wali. Kami mohon diperbaiki,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *