Hukum & Kriminal

FORWAKA Sumut 2024–2026 Resmi Diperkenalkan, Kejati Ajak Pers Bangun Sinergi

385
×

FORWAKA Sumut 2024–2026 Resmi Diperkenalkan, Kejati Ajak Pers Bangun Sinergi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Wakajati Sumut), Sofyan Selle, mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan institusi kejaksaan dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam acara perkenalan Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka) masa bhakti 2024–2026, yang digelar di halaman Kantor Kejati Sumut, Sabtu, 2 Agustus 2025.

“Pers dan kejaksaan saling membutuhkan. Media membutuhkan informasi akurat, dan kami membutuhkan media untuk menyampaikan kinerja kepada publik,” kata Sofyan dalam sambutannya.

Sofyan menegaskan, keterbukaan merupakan fondasi membangun akuntabilitas lembaga penegak hukum.

Ia juga menyinggung ketidakhadiran Kepala Kejati Sumut karena tengah mengikuti pendidikan di Jakarta, namun memastikan bahwa komitmen pimpinan tetap kuat dalam mendorong kemitraan profesional dengan media.

“Apalagi Pak Kajati kita adalah mantan Kapuspenkum. Jadi, beliau sangat memahami pentingnya komunikasi terbuka,” ujar Sofyan.

Acara perkenalan pengurus Forwaka Sumut turut dihadiri berbagai unsur pers, aparat penegak hukum, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Hadir di antaranya Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua SMSI Sumut Erris Napitupulu, Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Dony Satrya Sembiring, serta sejumlah tokoh dari LSM, media, dan lembaga lain.

Ketua Panitia Dedi Suhardi dalam laporannya menekankan pentingnya momentum ini sebagai upaya mempererat hubungan antara insan pers dan Kejati Sumut.

Ia menyebut Forwaka bukan sekadar organisasi wartawan, tetapi forum kolaboratif berbasis etika jurnalistik.

“Kami berusaha memberi yang terbaik dengan segala keterbatasan,” katanya.

Ketua Forwaka Sumut terpilih, Irfandi, menyatakan kesiapannya membangun kolaborasi aktif dengan Kejati.

Ia menekankan bahwa sinergi bukan hanya soal pemberitaan, tetapi juga menjaga profesionalisme. “Kalau kami salah, tegur. Kalau kurang, bantu,” ujarnya.

Mayoritas anggota Forwaka berasal dari media siber. Karena itu, Irfandi menyebut forum ini juga akan difungsikan sebagai ruang berbagi pengetahuan menghadapi tantangan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *