Misteritorial

Gamelan Tengah Malam Dari Kuburan Ronggeng

749
×

Gamelan Tengah Malam Dari Kuburan Ronggeng

Sebarkan artikel ini

Kisah Tragis Rombongan Penari Ronggeng Dibegal di Kebun Rambung Tanah Raja

 

 

 

Kuburan Ronggeng: Suara Lirih Gamelan Dari Malam Sunyi

 

Lokasi pembantaian kemudian menjadi kuburan massal yang kini dikenal warga sebagai Kuburan Ronggeng.

Tak ada nisan, hanya tanah merah yang tertutup ilalang liar dan pohon-pohon karet yang semakin tua.

Namun tempat itu menyimpan kesunyian yang berbeda—kesunyian yang memanggil, yang menggigilkan tulang siapa pun yang melintasinya.

 

Akbar, dari tim MISTERITORIAL, yang melakukan penyelidikan spiritual di lokasi tersebut, mengaku sempat berkomunikasi batin dengan jin qorin para korban.

 

“Mereka masih di sini. Terperangkap dalam rasa takut dan dendam. Tangisan mereka masih menggema di antara batang karet,” ujar Akbar saat komunikasi batin pada Kamis malam Jumat, 3 Juli 2025.

 

Tak sedikit warga yang mengaku mendengar suara gamelan lirih menjelang tengah malam, padahal tak ada satupun peralatan musik di area itu.

Bahkan beberapa pengendara yang lewat malam hari, mengaku melihat sosok wanita berkerudung selendang menari perlahan di tengah jalan, sebelum menghilang secepat kabut pagi.

 

Legenda yang Hidup

 

Kini, kisah ini bukan sekadar cerita lama. Ia hidup di antara masyarakat Tanah Raja dan perkampungan sekitarnya, menjadi legenda yang diwariskan turun-temurun. Anak-anak diperingatkan agar tak bermain terlalu malam di sekitar perkebunan. Para pekerja pun enggan lembur jika sudah lewat pukul sepuluh malam.

“Kisah kuburan ronggeng jadi legenda,” ujar Subhan warga Desa Sei Buluh yang ikut mendampingi Tim Misteritorial.

Setiap bulan Suro, warga setempat mengadakan ritual kecil, menabur bunga di sekitar Kuburan Ronggeng sebagai penghormatan. Namun hingga kini, arwah para penari itu seolah belum benar-benar tenang.

Dan ketika gamelan kembali terdengar dari kejauhan, tak seorang pun berani menoleh… karena siapa tahu, malam itu, tarian terakhir akan kembali dimulai.(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *