Religi

Harta Melimpah, Jabatan Naik, Dosa Menumpuk: Waspadai Istidraj ‎

56
×

Harta Melimpah, Jabatan Naik, Dosa Menumpuk: Waspadai Istidraj ‎

Sebarkan artikel ini

‎Renungan Surah Ali Imran Ayat 178: Kelapangan dunia bukan ukuran mutlak keridhaan Allah SWT. ‎Oleh: ‎Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.‎(Penulis Buku Tadabbur Al-Qur'an)

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., penulis Buku Tadabbur Al-Qur'an, menyampaikan renungan Surah Ali Imran ayat 178 tentang bahaya istidraj dan pentingnya menyikapi nikmat dunia dengan keimanan serta ketakwaan(Ist)

‎Ketika kelapangan hidup justru membuat seseorang semakin jauh dari Allah, tenggelam dalam kemaksiatan, dan merasa tidak membutuhkan pertobatan, maka keadaan itu patut menjadi peringatan spiritual.

‎Di sinilah pentingnya memahami konsep istidraj.

‎NUMLI: Penangguhan Bukan Berarti Pembiaran

‎Kata numli dalam ayat ini berasal dari kata imla’, yang bermakna memberikan tenggang waktu atau penangguhan.

‎Allah SWT menjelaskan bahwa penangguhan terhadap orang-orang yang ingkar bukanlah bukti bahwa perbuatan mereka dibenarkan.

Sebaliknya, kesempatan yang terus diberikan dapat menjadi bagian dari ketetapan Allah yang berujung pada pertanggungjawaban.

‎Dalam kehidupan sosial, manusia sering kali menilai keberhasilan berdasarkan indikator material.

Kekayaan bertambah, jabatan meningkat, usaha berkembang, dan popularitas semakin luas dianggap sebagai tanda keberuntungan.

‎Namun, Al-Qur’an mengajarkan agar manusia tidak terjebak dalam penilaian yang sempit tersebut.

‎Seseorang dapat memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi kehilangan integritas. Seseorang dapat menduduki jabatan tinggi, tetapi gagal menjalankan amanah. Seseorang dapat memperoleh penghormatan manusia, tetapi justru semakin jauh dari nilai-nilai ketakwaan.

‎Karena itu, kelapangan duniawi tidak seharusnya melahirkan kesombongan, melainkan kesadaran untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

‎LIYAZDADU ITSMAN: Ketika Dosa Terus Bertambah

‎Frasa liyazdadu itsman berarti “agar mereka bertambah dosa”.

‎Bagian ini menjadi inti peringatan dalam Surah Ali Imran ayat 178. Penangguhan yang diberikan kepada orang-orang yang ingkar dapat menjadi jalan bagi bertambahnya dosa apabila kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan untuk memperbaiki diri.

‎Dalam konteks kehidupan modern, peringatan ini relevan bagi siapa pun yang memiliki kekuasaan, kekayaan, maupun pengaruh sosial.

‎Jangan sampai keberhasilan membuat seseorang merasa kebal terhadap hukum. Jangan sampai jabatan menjadi alat untuk menindas. Jangan sampai kekayaan dijadikan alasan untuk merendahkan sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *