TERITORIAL24.COM, MEDAN – Di aula Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara, beberapa pemuda duduk tekun menghafal kosakata Jepang. Sebagian lain berlatih fisik, bersiap menghadapi tes ketahanan. Bagi mereka, Jepang bukan sekadar destinasi luar negeri, melainkan peluang keluar dari statistik pengangguran.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencoba membuka pintu itu lebih lebar.
Melalui Dinas Tenaga Kerja, pemerintah daerah menggencarkan program magang, baik di dalam negeri maupun ke Jepang, sebagai strategi menekan angka pengangguran yang masih ratusan ribu.
“Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka pengangguran di Sumatera Utara,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar, Kamis, 19 Februari 2026.
Magang Nasional dan Arah Kebijakan Pusat
Program magang dalam negeri terhubung dengan kebijakan nasional yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sejak 2025, skema ini berjalan melalui platform digital Kementerian Ketenagakerjaan. Di Sumatera Utara, sekitar 2.800 tenaga kerja telah terserap di berbagai perusahaan dan rumah sakit.
Peserta mendaftar melalui aplikasi Maganghub milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Setelah lolos seleksi, mereka ditempatkan selama enam bulan di perusahaan yang telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan.
Biaya magang ditanggung negara, dengan harapan peserta dapat direkrut permanen setelah program berakhir.
Bagi pemerintah daerah, skema ini bukan sekadar pelatihan jangka pendek, melainkan pintu masuk ke pasar kerja formal.
Namun efektivitasnya tetap bergantung pada komitmen perusahaan menyerap peserta setelah masa magang usai.
Dua Gelombang ke Jepang
Di luar program nasional, Sumut juga membuka jalur magang internasional ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan IM Jepang.
Setiap tahun, dua gelombang dibuka—April dan September—masing-masing untuk 200 peserta.
Seleksi tidak ringan. Calon peserta diuji kemampuan matematika, fisik, dan bahasa Jepang.
Jalur resmi melalui Disnaker tak memungut biaya. Setelah lolos seleksi pusat, seluruh kebutuhan selama magang ditanggung perusahaan penerima di Jepang.












