TERITORIAL24.COM, MEDAN – Komisi IV DPRD Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Advent di Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah, Selasa, 24 Juni 2025.
Dalam sidak tersebut, DPRD menemukan sejumlah persoalan terkait pengelolaan limbah dan kelayakan fungsi fasilitas rumah sakit tipe C itu.
Dipimpin Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak, inspeksi turut diikuti anggota Lailatul Badri, Yusuf Ginting, Edwin Sugesti Nasution, Datok Iskandar Muda, dan Zulham Effendi.
Mereka mengecek langsung fasilitas teknis dan administratif rumah sakit, mulai dari izin bangunan, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), hingga tempat pembuangan sampah (TPS) medis.
“Kami melihat ada sejumlah hal yang belum berjalan maksimal, terutama Andalalin dan pengangkutan limbah medis,” kata Paul.
Ia menyebutkan sistem Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) RS Advent belum tertata, yang menyebabkan kemacetan di area sekitar rumah sakit saat kunjungan berlangsung.
Paul juga menyoroti TPS medis yang tidak diangkut secara rutin. “Sampah medis seharusnya diangkut dua hari sekali, tapi saat kami datang, sampah sudah seminggu belum diangkut,” ujarnya.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan untuk segera mengambil sampel limbah B3 dan mengujinya di laboratorium.
Anggota Komisi IV lainnya, Lailatul Badri, menekankan pentingnya kepatuhan rumah sakit terhadap regulasi nasional.
“Sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021, pengangkutan limbah B3 kapasitas 50 kilogram wajib dilakukan dua kali sehari. Ini harus dipatuhi semua rumah sakit,” cetusnya.
Menanggapi temuan itu, Direktur RS Advent dr. Rudy Sitepu mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh masukan DPRD.
Ia mengakui bahwa pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) belum rampung, namun menyebut prosesnya sedang berjalan.
“Soal TPS medis, akan kami ubah pola pengangkutan dari seminggu sekali menjadi dua hari sekali,” kata Rudy.
Ia juga menjanjikan peningkatan pengaturan lalu lintas dan pemasangan rambu-rambu di lingkungan rumah sakit.
“Masukan dari DPRD akan kami jadikan pedoman untuk meningkatkan pelayanan, baik bagi pasien umum, BPJS, maupun UHC,” ujarnya.(Anggi)












