Kota Medan

Medan Islamic Centre Sudah Megah, Tapi Halaman Masih Tanah dan Kolam Tak Terawat

82
×

Medan Islamic Centre Sudah Megah, Tapi Halaman Masih Tanah dan Kolam Tak Terawat

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM – Sebuah gedung baru mestinya punya satu keuntungan sederhana: masih baru.

 

Tetapi Medan Islamic Centre (MIC) tampaknya ingin memberi definisi baru tentang kata “baru”. Gedungnya megah, menaranya menjulang 99 meter, tetapi ketika ditinjau, halaman depan masih berupa tanah, kolam belum terawat, gulungan ambal belum terpasang, dan kebersihan gedung masih perlu dibenahi.

 

Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap pun sampai harus mengingatkan kontraktor agar jangan buru-buru melepas tangan.

 

Ia meminta kontraktor tetap merawat MIC sampai masa pemeliharaan berakhir pada Maret 2027.

 

Zakiyuddin menyampaikan hal itu saat meninjau langsung kondisi MIC di Jalan Rawe, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (23/9/2026).

 

Jadi, ceritanya gedung memang sudah diserahterimakan. Tetapi urusan merawat dan memperbaiki sejumlah bagian belum sepenuhnya selesai.

 

Barangkali inilah fase yang sering luput dari foto-foto seremoni: gedung selesai dibangun bukan berarti persoalan selesai.

 

Gedung Baru Kok Sudah Kelihatan Ditinggalkan?

 

Zakiyuddin melihat langsung sejumlah bagian MIC yang masih membutuhkan penanganan.

 

Halaman depan masih berupa tanah. Kolam tidak terawat. Gulungan ambal belum dipasang. Kebersihan pun belum seperti yang diharapkan dari sebuah bangunan yang baru saja selesai dikerjakan.

 

“Kita tidak ingin seolah seperti menjadi gedung yang ditinggalkan, padahal kan nyatanya ini gedung baru,” kata Zakiyuddin.

 

Kalimat itu terdengar seperti teguran yang cukup sopan untuk sebuah situasi yang sebenarnya sederhana: kalau masih masa pemeliharaan, ya dirawat.

 

Lagipula, gedung yang dibangun untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan tentu bukan sekadar soal megah dari kejauhan.

 

Pengunjung tidak datang untuk mengagumi angka 99 meter saja. Mereka juga akan menginjak halaman, menggunakan fasilitas, melihat kebersihan, dan merasakan apakah bangunan tersebut benar-benar dikelola atau sekadar selesai difoto ketika peresmian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *