Gedung selesai dibangun adalah satu pekerjaan. Membuatnya tetap hidup adalah pekerjaan yang lain.
Jangan Sampai Megah di Foto, Sepi dalam Aktivitas
Zakiyuddin berharap MIC dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan di Kota Medan.
Salah satunya adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Medan yang disebut telah mendapat persetujuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk dilaksanakan di lokasi tersebut.
Itu tentu bisa menjadi salah satu cara membuat MIC tidak sekadar menjadi bangunan megah yang sesekali ramai ketika ada seremoni.
Sebab pusat keislaman mestinya punya denyut aktivitas. Ada kajian, kegiatan masyarakat, pendidikan, perlombaan, acara keagamaan dan berbagai kegiatan lain yang membuat gedung benar-benar hidup.
Kalau tidak, nasibnya bisa agak ironis: bangunannya monumental, tapi aktivitasnya minimal.
Untuk sementara, kontraktor masih punya kewajiban sampai Maret 2027.
Maka pekerjaan rumah Pemko Medan bukan cuma memastikan kontraktor membersihkan gedung, merawat fasilitas dan memperbaiki bagian yang diperlukan.
Pekerjaan yang lebih panjang adalah memastikan setelah masa pemeliharaan berakhir, MIC tidak ikut m
asuk masa “pemeliharaan” yang tidak pernah selesai dalam urusan tata kelola.(Akbar)












