Zakiyuddin pun meminta kontraktor membersihkan, merawat dan menjaga MIC hingga masa pemeliharaan berakhir pada Maret 2027.
Lift Menara Bisa, Masjid Utama Belum Dicek
Dalam peninjauan itu, Zakiyuddin juga memeriksa sejumlah fasilitas.
Lift pada menara setinggi 99 meter disebut sudah dapat digunakan. Sementara lift di bagian bangunan utama masjid belum dapat dicek.
Payung elektrik di bagian depan masjid juga diperiksa dan dipastikan dapat membuka serta menutup dengan baik.
Lumayan. Setidaknya ada fasilitas yang bisa diajak bekerja sama.
Namun persoalannya memang bukan cuma apakah tombol lift bisa ditekan atau payung bisa membuka.
Pertanyaan yang lebih panjang adalah: setelah semua fasilitas benar-benar siap, siapa yang akan memastikan semuanya tetap berfungsi?
Sebab merawat gedung besar jelas berbeda dengan merawat rumah sendiri. Kalau kran bocor di rumah, mungkin bisa panggil tukang. Kalau fasilitas publik yang rusak, ceritanya bisa berubah menjadi surat, disposisi, rapat, anggaran, pengadaan, dan entah berapa episode berikutnya.
Karena itu, pembentukan pengelola MIC justru menjadi pekerjaan penting berikutnya.
Setelah Kontraktor Pergi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Zakiyuddin mengatakan Pemko Medan akan segera menggelar rapat untuk membahas pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang nantinya mengelola MIC.
Selain UPT, akan dibentuk Badan Kenaziran Masjid (BKM) untuk mengawal berbagai kegiatan di kawasan tersebut.
Perangkat daerah yang menaungi UPT juga belum final. Perkimcikataru disebut sebagai salah satu kemungkinan, tetapi bentuk kelembagaan dan pengelolaannya masih akan dibahas.
Nah, ini bagian yang justru lebih penting daripada urusan kolam yang belum dibersihkan.
Sebab masa pemeliharaan kontraktor akan selesai pada Maret 2027.
Setelah itu?
Gedung sebesar MIC tentu tidak bisa dibiarkan hidup dengan sistem “nanti kita lihat”.
Harus ada yang mengurus kebersihan, keamanan, fasilitas, kegiatan, pemeliharaan rutin, sampai memastikan bangunan tidak kembali menjadi proyek besar yang kemudian bingung siapa pengelolanya.












