TERITORIAL24.COM, BLITAR – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tawangsari 2 yang berada di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, hingga kini belum kembali beroperasi setelah masa libur.
Terhentinya aktivitas dapur tersebut berdampak pada puluhan relawan yang kehilangan mata pencaharian sementara, serta ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemilik Dapur SPPG Tawangsari 2, Muslikah, mengatakan operasional dapur belum dapat berjalan karena masih adanya persoalan internal yang belum menemukan titik temu. Kondisi itu membuat proses produksi dan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat terpaksa dihentikan.
Muslikah mengungkapkan, sedikitnya 50 relawan yang selama ini bekerja di dapur kini harus menunggu kepastian kapan operasional kembali dibuka. Menurutnya, salah satu penyebab belum berjalannya dapur adalah persoalan pembagian hasil yang dinilai merugikan pihaknya.
“Harapan kami permasalahan ini bisa segera selesai sehingga dapur dapat kembali beroperasi dan para relawan bisa kembali bekerja,” ujar Muslikah dikediamannya, Senin(4/8/2026)
Selain berdampak pada para relawan, penghentian operasional dapur juga membuat sekitar 2.400 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis untuk sementara tidak lagi menerima distribusi makanan dari SPPG Tawangsari 2.
Muslikah berharap seluruh pihak yang terlibat dapat segera menemukan solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tidak terus tertunda.
Menurutnya, keberlangsungan operasional dapur tidak hanya menyangkut aktivitas produksi makanan, tetapi juga menyangkut pemenuhan gizi para penerima manfaat dan penghasilan puluhan relawan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya.
Karena itu, kelancaran operasional setiap dapur SPPG menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan distribusi makanan bergizi.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Tawangsari 2 belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp juga belum mendapat tanggapan.












