“Ini belum termasuk kelangkaan pupuk yang semakin menyulitkan produksi dan ancaman hama babi hutan yang kerap merusak tanaman.”
“Pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi konkret bagi petani dengan menetapkan harga standar pembelian singkong,” ujar Slamet.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kebijakan impor tapioka dan penguatan peran koperasi atau lembaga petani agar petani memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam menentukan harga jual singkong.
Dampak Jangka Panjang bagi Ketahanan Pangan
Jika kondisi ini terus berlanjut, Slamet memperingatkan bahwa semakin banyak petani yang akan meninggalkan budidaya singkong karena dianggap tidak lagi menguntungkan.
Hal ini bisa berdampak pada ketahanan pangan nasional, mengingat singkong merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia.
Sebagai Wakil Rakyat, Slamet berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan petani singkong di parlemen.
Ia akan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret guna menstabilkan harga singkong dan memberikan kepastian usaha bagi petani.
“Kita harus bersama-sama mencari solusi agar petani singkong bisa tetap bertahan dan sejahtera,” pungkasnya.***












