Dalam kesempatan itu, Farianda mengajak seluruh anggota PWI Sumut menjaga persatuan dan kekompakan menjelang konferensi.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan hal biasa dan tidak boleh merusak hubungan persaudaraan antaranggota.
“Pesta demokrasi tidak boleh membuat dikotomi di antara sesama anggota PWI. Berbeda pilihan itu biasa karena merupakan hak demokrasi. Jangan karena berbeda pilihan, kemudian muncul rasa saling hasad dan hasut,” ujarnya.
Farianda juga mengingatkan bahwa konferensi hanya berlangsung sehari, sedangkan persaudaraan antaranggota harus dijaga selamanya.
“Pesta cuma satu hari, persaudaraan selamanya. Saya ingin kita bersama-sama membesarkan PWI sebagai rumah besar kita. Mari kita berkonferensi dengan riang gembira,” ajaknya.(Akbar)












