Religi

Saat Perjuangan Terasa Berat, Belajarlah dari Para Nabi

92
×

Saat Perjuangan Terasa Berat, Belajarlah dari Para Nabi

Sebarkan artikel ini

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., menyampaikan pandangan dan refleksi keislaman.Mengajak umat untuk mengambil pelajaran dari kisah para nabi sebagai sumber keteguhan hati, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan(Istimewa)

Seseorang bisa memiliki ilmu, jabatan, pengalaman dan kemampuan, tetapi tanpa hati yang kuat, ia mudah berhenti ketika menghadapi tekanan.

Sebaliknya, orang yang memiliki keteguhan hati dapat terus melangkah meskipun jalan di hadapannya tidak mudah.

Nabi Nuh AS: Panjangnya Perjuangan Tidak Berarti Sia-Sia

Lihatlah Nabi Nuh AS.

Al-Qur’an menyebutkan bahwa beliau berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun.

Sembilan ratus lima puluh tahun bukanlah waktu yang singkat.

Namun panjangnya perjuangan itu tidak membuat beliau berhenti menyampaikan risalah Allah.

Penolakan tidak menghapus tanggung jawabnya.

Ejekan tidak memadamkan semangatnya.

Sedikitnya orang yang mengikuti tidak membuat beliau meninggalkan tugasnya.

Di sinilah kita menemukan pelajaran penting: keberhasilan perjuangan tidak selalu dapat diukur dari banyaknya hasil yang terlihat oleh manusia.

Ada amanah yang harus dijalankan meskipun hasilnya belum terlihat.

Ada kebaikan yang harus dilakukan meskipun tidak mendapatkan tepuk tangan.

Ada kebenaran yang harus disampaikan meskipun tidak semua orang menyukainya.

Maka ketika kita baru menghadapi beberapa kali penolakan dan merasa ingin menyerah, mari bertanya kepada diri sendiri:

Apakah kita sudah terlalu cepat merasa lelah?

Nabi Yusuf AS: Tidak Semua Kesulitan Adalah Akhir

Kisah Nabi Yusuf AS membawa kita pada pelajaran lain.

Kehidupan beliau tidak berjalan lurus tanpa ujian. Ada pengkhianatan, perpisahan, fitnah dan penderitaan yang harus dilalui.

Namun Allah SWT menunjukkan bahwa perjalanan yang tampak gelap pada satu waktu tidak selalu berakhir dengan kegelapan.

Ada masa ketika Nabi Yusuf AS berada dalam keadaan sulit.

Tetapi ada pula masa ketika Allah SWT mengangkat derajatnya.

Pelajarannya sangat relevan bagi kehidupan kita.

Jangan menilai seluruh masa depan hanya berdasarkan kesulitan yang sedang kita alami hari ini.

Kegagalan hari ini belum tentu menjadi kegagalan selamanya.

Kehilangan hari ini belum tentu menjadi kehilangan selamanya.

Bahkan sesuatu yang kita anggap sebagai musibah bisa saja menjadi bagian dari jalan yang telah Allah siapkan menuju kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *