Religi

Saat Perjuangan Terasa Berat, Belajarlah dari Para Nabi

95
×

Saat Perjuangan Terasa Berat, Belajarlah dari Para Nabi

Sebarkan artikel ini

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., menyampaikan pandangan dan refleksi keislaman.Mengajak umat untuk mengambil pelajaran dari kisah para nabi sebagai sumber keteguhan hati, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan(Istimewa)

“Apakah ada kesombongan dalam diri saya?”

Ketika membaca kisah Nabi Nuh AS, tanyakan:

“Sudahkah saya bersungguh-sungguh mengajak keluarga kepada kebaikan?”

Ketika membaca kisah Nabi Yusuf AS, tanyakan:

“Bagaimana saya menjaga diri ketika berada dalam ujian?”

Ketika membaca kisah Nabi Ayyub AS, tanyakan:

“Bagaimana kualitas kesabaran saya?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat kita tidak sekadar membaca sejarah.

Kita sedang membaca diri kita sendiri.

Karena Perjuangan Membutuhkan Stamina Hati

Dakwah membutuhkan stamina hati.

Begitu pula pendidikan, kepemimpinan, pelayanan kepada masyarakat, perjuangan keluarga dan setiap bentuk pengabdian kepada kebaikan.

Kita tidak mungkin selalu kuat.

Karena itu, hati harus terus diisi.

Dengan Al-Qur’an.

Dengan doa.

Dengan ilmu.

Dengan zikir.

Dengan keteladanan.

Dan dengan kisah orang-orang saleh yang telah lebih dahulu melewati jalan penuh ujian.

Tubuh yang lelah membutuhkan istirahat.

Tetapi hati yang lelah membutuhkan penguatan dari Allah SWT.

Jangan Berhenti Hanya Karena Jalan Terasa Berat

Mungkin hari ini kita sedang berada dalam sebuah perjuangan yang belum selesai.

Mungkin hasilnya belum terlihat.

Mungkin orang lain belum memahami niat baik kita.

Mungkin jalan yang kita pilih terasa jauh lebih berat daripada yang kita bayangkan.

Tetapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semuanya sia-sia.

Kisah para nabi mengajarkan bahwa jalan menuju kebenaran memang tidak selalu mudah.

Ada air mata di dalamnya.

Ada kesabaran.

Ada pengorbanan.

Ada penolakan.

Tetapi ada pula pertolongan Allah pada waktu yang telah Dia tentukan.

Tugas kita bukan mengetahui kapan pertolongan itu datang.

Tugas kita adalah tetap berada di jalan yang benar sampai pertolongan itu datang.

Penutup

Surah Hud ayat 120 seharusnya tidak hanya kita baca ketika sedang belajar tafsir.

Ayat ini juga layak kita ingat ketika kehidupan terasa berat.

Ketika hati mulai goyah, ingatlah Nabi Nuh AS.

Ketika perjalanan terasa panjang, ingatlah kesabarannya.

Ketika hidup terasa tidak adil, ingatlah Nabi Yusuf AS.

Ketika ujian terasa berat, ingatlah Nabi Ayyub AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *