Tidak semua kritik harus ditolak.
Tidak semua penolakan berarti kita berada di pihak yang benar.
Tetapi setelah melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan, jangan biarkan penilaian manusia membuat kita kehilangan arah.
Sebab ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pujian.
Dan ukuran keberhasilan bukanlah seberapa banyak orang bertepuk tangan.
Ada kalanya seseorang harus tetap berjalan meskipun tidak ada seorang pun yang bertepuk tangan untuknya.
Tawakal: Berusaha Tanpa Kehilangan Ketenteraman
Di sinilah tawakal menjadi penting.
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha.
Tawakal adalah bekerja sebaik mungkin, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Kita berkewajiban melakukan bagian kita.
Selebihnya, Allah yang menentukan.
Kesadaran seperti ini membuat hati menjadi lebih tenang.
Kita tidak lagi terlalu hancur ketika gagal, karena kita tahu bahwa kegagalan bukan akhir dari segala sesuatu.
Kita juga tidak terlalu larut ketika berhasil, karena kita sadar bahwa keberhasilan pun merupakan karunia Allah.
Berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi menggantungkan hati hanya kepada Allah.
Allah Melihat Apa yang Tidak Dilihat Manusia
Ada perjuangan yang tidak diketahui orang lain.
Ada doa yang hanya terdengar di sepertiga malam.
Ada air mata yang disembunyikan.
Ada kebaikan yang tidak pernah dipublikasikan.
Ada amanah yang dijalankan tanpa penghargaan.
Manusia mungkin tidak melihat semuanya.
Tetapi Allah melihat.
Karena itu, jangan berhenti berbuat baik hanya karena manusia tidak menghargainya.
Jangan berhenti menjaga kejujuran hanya karena orang lain memilih jalan yang berbeda.
Jangan meninggalkan amanah hanya karena tidak mendapatkan pujian.
Sebab kita tidak hidup untuk mendapatkan penilaian manusia semata.
Kita hidup di hadapan Allah.
Dan pada akhirnya, kepada-Nya pula seluruh amal akan dipertanggungjawabkan.
Jadikan Kisah Para Nabi sebagai Cermin
Ada cara sederhana untuk membuat kisah para nabi benar-benar hidup dalam diri kita.
Jadikan ia sebagai cermin.
Ketika membaca kisah Fir’aun, jangan hanya melihat kesombongannya. Tanyakan:












