Religi

Saat Perjuangan Terasa Berat, Belajarlah dari Para Nabi

93
×

Saat Perjuangan Terasa Berat, Belajarlah dari Para Nabi

Sebarkan artikel ini

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., menyampaikan pandangan dan refleksi keislaman.Mengajak umat untuk mengambil pelajaran dari kisah para nabi sebagai sumber keteguhan hati, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan(Istimewa)

Kita hanya melihat satu bagian dari perjalanan.

Allah mengetahui keseluruhannya.

Nabi Ayyub AS: Sabar Bukan Berarti Tidak Merasa Sakit

Kemudian kita belajar dari Nabi Ayyub AS.

Beliau menjadi salah satu teladan utama dalam menghadapi ujian dan mempertahankan kesabaran.

Namun ada satu hal yang sering kita lupakan: sabar bukan berarti tidak merasakan sakit.

Orang yang sabar tetap bisa sedih.

Tetap bisa menangis.

Tetap bisa merasa lelah.

Yang membedakan adalah ia tidak membiarkan rasa sakit itu memutus hubungannya dengan Allah.

Sabar berarti tetap percaya ketika jawaban belum datang.

Sabar berarti tetap berbuat baik ketika keadaan tidak berpihak.

Sabar berarti tetap menjaga iman ketika kita belum memahami mengapa sebuah ujian harus terjadi.

Karena itu, ketika sedang berada dalam kesulitan, jangan merasa bahwa kesedihan adalah tanda lemahnya iman.

Yang perlu dijaga adalah bagaimana kita menghadapi kesedihan itu.

Bawa kesedihan kepada Allah, bukan menjauh dari Allah.

Mengapa Allah Menceritakan Kisah Para Nabi?

Surah Hud ayat 120 memberikan jawabannya.

Di dalam kisah para rasul terdapat al-haqq, kebenaran; mau’izhah, nasihat; dan dzikra, pengingat.

Namun sebelum itu, Allah menyebut fungsi meneguhkan hati.

Ini menunjukkan bahwa kisah para nabi bukan sekadar bahan bacaan.

Ia adalah pendidikan jiwa.

Ia mengajarkan kita bagaimana menghadapi kehilangan, penolakan, fitnah, tekanan, ketidakadilan dan berbagai bentuk ujian.

Karena itu, ketika membaca Al-Qur’an, jangan hanya bertanya:

“Apa yang terjadi?”

Tetapi tanyakan pula:

“Apa yang Allah ingin saya pelajari dari kisah ini?”

Di situlah kisah berubah menjadi pelajaran.

Dan pelajaran berubah menjadi kekuatan.

Jangan Jadikan Penolakan sebagai Alasan Berhenti Berbuat Baik

Dalam kehidupan, tidak semua kebaikan akan mendapatkan pujian.

Terkadang orang yang menjaga amanah justru dicurigai.

Orang yang menyampaikan kebenaran justru disalahpahami.

Orang yang berusaha memperbaiki keadaan justru mendapatkan kritik.

Dalam situasi seperti itu, tentu kita tetap perlu melakukan introspeksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *