Advertorial

Enam Belas Bulan Kepemimpinan Wali Kota Mahyaruddin Salim : Merubah Wajah Kota Tanjungbalai dari Penataan Pedagang, Infrastruktur Berkelanjutan, Pengentasan Kemiskinan, Penataan Birokrasi Hingga Penghargaan dan Prestasi Pemerintahan

115
×

Enam Belas Bulan Kepemimpinan Wali Kota Mahyaruddin Salim : Merubah Wajah Kota Tanjungbalai dari Penataan Pedagang, Infrastruktur Berkelanjutan, Pengentasan Kemiskinan, Penataan Birokrasi Hingga Penghargaan dan Prestasi Pemerintahan

Sebarkan artikel ini

 

Melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan yang dibangun, saat ini proses normalisasi telah terlaksana salah satunya sungai sijambi yang berada di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar. Berdasarkan data dari dinas PUTR, total target pengerjaan normalisasi sungai sijambi sepanjang 653 meter, saat ini pengerjaan telah mencapai hamper 150 meter. Harapannya, normalisasi sungai dilakukan untuk memperlancar aliran air, mengurangi sedimentasi, serta meningkatkan kapasitas tampung sungai saat curah hujan tinggi.

 

Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir terjadinya genangan maupun banjir di kawasan sekitar Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar Timur

 

Ditengah kondisi fiskal yang terbatas, tentu hal ini tidak mudah terlaksana namun Wali Kota Mahyaruddin Salim melalui komitmennya menata kota Tanjungbalai agar lebih indah, tertata rapi, bersih dan terhindar dari banjir, beliau mengimbau dukungan seluruh pihak untuk ikut serta mulai dari masyarat, kepala lingkungan, lurah, camat, dinas terkait dan pihak balai besar wiayah sungai sumatera utara, pemerintah propinsi sumatera utara hingga pemerintah pusat dalam mensukseskan program ini.

 

Melalui laman website maupun media sosial Pemko Tanjungbalai hingga sosialisasi langsung ke masyarakat melalui kepala lingkungan, Pemerintah Kota Tanjungbalai telah mengimbau dan melarang masyarakat untuk menjaga kondisi sungai sesuai fungsinya dengan tidak membangun/mendirikan bangunan di sekitaran DAS dan membuang sampah sembarangan ke dalam sungai.

 

Untuk penanganan banjir yang disebabkan pasang rob (pasang) dan curah hujan ekstrem, Mahyaruddin Salim telah melakukan langkah-langkah antisipasi melalui pengerukan/normalisasi seluruh saluran drainase yang ada di inti kota baik di jalan sudirman, jalan Cokroaminoto, jalan Gereja, jalan Asahan, jalan Teuku umar, jalan M Abbas dan lainnya.

 

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir akibat pendangkalan saluran air mengalami penyempitan akibat endapan lumpur dan sampah, sehingga memicu banjir saat musim hujan maupun banjir kiriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *